Malam hari menjelang pindah rumah, Gin sedang merapikan barang-barang yang berada dikamarnya. Ibunya menemuinya saat itu.
“kamu sudah berkemas, Gin?” tanya sang ibu.
“Ini sedang kulakukan, Bu!” jawab Gin.
“Lagipula, kita memang harus pindah dari sini karena pekerjaan ibu dan ayah.” Sambungnya
“Maaf ya, ibu dan ayah selalu merepotkan kamu.”
“Tak apalah bu.” Gin menjawab sambil memegang bola kesayangan pemberian ayahnya pada saat ia masih kecil.
“Kamu masih menyimpan bola itu?” Tanya lagi ibu.
“Oh, tentu! Aku masih menyimpannya karena aku bisa seperti ini berkat bola ini dan kerja keras-ku selama ini.”
Ibunya pun hanya tersenyum melihat anak laki-lakinya memainkan bola tersebut dengan begitu ahlinya. Memang, Gin sudah sangat terkenal di sekolahnya hanya dalam waktu 4 hari karena keahlian sepakbolanya. Sehingga ia dijuluki “Si Maestro” oleh teman-temannya.
“Oh ya bu! Ibu dapat tugas apa kali ini?” Tanya Gin
“Hmm…..sepertinya dalam tugas ibu kali ini, ibu perlu bantuan kamu deh. Tugas ibu kali ini berkaitan dengan hobi kamu yaitu sepakbola!” jawab ibu
Gin yang saat itu sedang Juggling bola begitu asiknya, tiba-tiba terhenti dan terpeleset jatuh karena terkejut mendegar jawaban dari ibunya.
GUBRAKKKKKK!!!!!!!!
“ADUHHH!!!!!!” rintih Gin.
“Lho, Gin? Kamu tidak apa-apa?” Tanya ibu yang tidak menyangka anaknya begitu tekejut mendengar jawaban darinya.
“Aduh!!! Tidak apa-apa kok Bu. Aku hanya terkejut saja mendengar jawaban dari ibu, memangnya tugas seperti apa sehingga ibu perlu bantuanku.” Tanya Gin yang mulai tertarik terhadap kasus yang sedang ditangani kedua orangtuanya.
Greece Diamond, ibu Gin adalah seorang penyidik kasus yang tergabung dalam organisasi WIO, yaitu organisasi Internasional yang bertugas untuk menyelidiki kasus yang rumit dan mengancam perdamaian dunia dalam bidang apapun. Sedangkan ayah Gin, Adam Vengeance adalah ketua dari organisasi tersebut. Maka, tidak heran jika keluarga mereka begitu terkenal.
“Menurut informasi yang ibu terima dari ayahmu, ada seseorang di organisasi AFC yang ingin memicu perang di wilayah Asia dengan menerapkan sistem tersebut pada sepakbola. Ayahmu sudah mengirim mata-mata pada organisasi tersebut tetapi belum mendapatkan informasinya secara lengkap.” Jelas ibu kepada Gin.
“Lalu, kenapa kita harus pindah? Padahal orang yang ibu cari ada di Luar Negeri?”
Dengan tersenyum, sang Ibu menjawab ”Gin. Ayahmu memang belum mendapatkan informasinya secara lengkap. Tetapi……..”
“Tapi apa bu?”
“Ayahmu mendapat informasi yang penting. Orang tersebut akan menetap di kota yang sama dengan kita, mungkin orang tersebut meletakkan Negara kita pada target pertamanya.” Sambung Ibu.
“Benarkah? Kenapa Negara kita menjadi target pertama?”
“Ibu juga tidak tahu kenapa. Tapi yang jelas kita tidak boleh biarkan hal ini terjadi.”
“Lalu sekolahku bagaimana?”
“Ah…mengenai hal itu, ayahmu sudah memilih sekolah yang cocok untuk kamu. Sepertiya disana ada teman masa kecil kamu.”
“Teman masa kecil? Siapa, Bu?”
“Iya. Tapi Ibu lupa namanya.”
“Aku jadi penasaran Bu?”
“Yasudah, kalau begitu sekarang kamu lebih baik tidur. Kita akan berangkat pada pagi hari. Jadi, jangan bangun kesiangan ya!”
“Baik, Bu!”
Keesokan harinya, Gin dengan semangatnya bergegas menuju mobil dan telah ditunggu oleh ibunya di mobil itu. Sejak dimobil Gin hanya diam memikirkan yang akan terjadi saat ini. Ibunya hanya tersenyum melihatnya. Setelah perjalanan yang cukup lama karena terkendala kemacetan, akhirnya mereka sampai dirumah baru mereka,
Dengan senang Ibu berkata “Kita sampai!!”.
“Sudah sampai, Bu?” Tanya Gin yang daritadi hanya melamun dimobil.
“Iya! Kita sudah sampai!” Jawab Ibu “Bagaimana? Kamu suka rumahnya kan?” Sambungnya.
“Hmm…..jika kuperhatikan, rumah ini jauh lebih besar dari rumah kita sebelumnya.” Jawab Gin.
“Benar!” Sahut Ibu
“Oh ya, bu? Kira-kira sekolahku dimana?”
“Eh? Sekolahmu? Apa lebih baik kita lihat besok saja, ibu sudah lelah akibat perjalanan tadi, Gin.” Jawab ibu
“……..Kalau begitu, Aku akan kekamar ku dulu ya bu.” Jawab Gin yang sempat terdiam mendengar jawaban ibunya
“Ya. Kamar kamu ada di lantai 2, ibu sudah memberikan nama di pintu kamarmu. Sekalian bawa barang-barang kamu yang ada di mobil ya!”
“Baik, Bu!”
Perjalanan yang dilakukan Gin dan Ibunya memerlukan waktu 8 jam akibat kemacetan untuk sampai ke rumah baru mereka. Maka tidak heran, Gin langsung kekamarnya untuk beristirahat setelah ibunya menyarankan ia untuk melihat sekolahnya esok hari.
Di kamarnya, ia memikirkan kembali kasus yang ditangani oleh kedua orangtuanya. Sistem apa yang menyebabkan sepakbola bisa menjadi senjata untuk membuat konflik terhadap suatu Negara sehingga bisa menyebar luas kenegara lain. Entah, orang seperti apa yang ada dibalik ini semua. Gin bertekad untuk membantu kedua orang tuanya dalam kasus ini agar kejadian tersebut tidak terjadi………
Chapter 2 Coming Soon
Tidak ada komentar:
Posting Komentar